Tidak Hadir Tapi Terima Honor, Mahasiswa Kecam DPRD Sulsel
Rabu, 30 Jun 2004 13:19 WIB
Makassar - Anggota DPRD Sulewesi Selatan (Sulsel) dinilai telah melakukan pemborosan APBD. Para wakil rakyat ini jarang ikut rapat, namun honor mereka jalan terus.Hal itu terungkap saat ratusan mahasiswa Makassar berunjuk rasa ke kantor DPRD Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (30/6/2004)."Para anggota dewan telah membohongi rakyat. Mereka jarang mengikuti rapat-rapat untuk kepentingan rakyat, tetapi mereka tetap dibayar. Pemborosan dana APBD mencapai Rp 18,23 miliar," kata seorang pengunjuk rasa.Kedatangan para mahasiswa ini juga tidak mendapat sambutan sebagaimana mestinya. Seharusnya, penerimaan aspirasi dilakukan sedikitnya oleh 13 orang anggota dewan. Namun kali ini, hanya ada dua orang anggota dewan, yakni HM Ruslan dari FPG dan Abu Bakar Wasahua dari FPPP.Di depan keduanya, para mahasiswa mengaku tidak percaya terhadap jumlah kegiatan rapat anggota dewan. Mahasiswa mengatakan rapat 1.300 setiap bulannya tidak rasional."Padahal paling banyak anggota dewan rapat setiap harinya 5 kali. Ini adalah tindakan pemborosan sekaligus korupsi," tegas para mahasiswa.Para mahasiswa kemudian mendesak agar diberikan salinan mengenai kegiatan dan daftar absen para anggota dewan. Namun, permintaan tersebut ditolak. Merasa kecewa, para mahasiswa ini langsung menuju ke lantai II, ke ruang Sekretaris Dewan (Sekwan), Syamsudin.Saat mahasiswa memasuki ruang Sekwan, Syamsudin tidak terlihat batang hidungnya. Hal ini semakian membuat para mahasiswa berang, mereka kemudian bergerak ke setiap tempat hingga ke lantai III. Semuanya sia-sia, Syamsudin tidak berhasil mereka temukan.Beruntung kekecewaan itu tidak berujung pada aksi yang lebih anarkis. Para mahasiswa memilih meninggalkan gedung dewan dan beralih ke Kajaksaan Tinggi Sulsel.
(djo/)











































