Rektor ITB Lontarkan Gagasan Bentuk Polisi Kampus
Rabu, 30 Jun 2004 13:07 WIB
Bandung -
Satu ide atau wacana baru dilontarkan oleh Rektor ITB Dr Ir Kusmayanto Kadiman, yaitu untuk membentuk polisi kampus. Biar keamanan di kampus bukan hanya sekedar dijaga oleh Satpam.Gagasan Pak Rektor itu dituturkan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Muryan Faisal kepada detikcom di Bandung, Rabu (30/6/2004).Ceritanya, 2 hari yang lalu Kapolda Jabar Irjen Pol Edi Darnadi melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Pak Rektor. Dalam salah satu perbincangan itu, mencuat ide pembentukan polisi kampus itu.Menurut Kombes Muryan, apa yang terlontar dalam pembicaraan itu masih sebatas gagasan atau wacana. Belum tahu, bentuk dan wujud kongkretnya seperti apa. "Tapi itu memang menarik dan sedang kami kaji," tuturnya.Dengan adanya polisi kampus, menurut Kombes Muryan, maka tanggung jawab pengamanan termasuk penegakan hukum di lingkungan kampus akan bisa dilakukan sendiri. "Tapi saya juga belum jelas. Personelnya nanti seperti apa, kualifikasi bagaimana. Yang bisa saya tangkap, mungkin personel pengamanan yang sudah ada di lingkungan kampus akan dibina secara teknis oleh kepolisian. Sedangkan tanggung jawab administratifnya tetap ada di bawah rektorat," paparnya.Pola yang sudah ada untuk pengamanan-pengamanan dengan personel khusus semacam itu di lingkungan Polri menurutnya sudah ada. Salah satu contohnya adalah Satuan Pengamanan Objek Vital, yang secara struktural sudah ada di bawah lingkup Polda Jabar."Apakah nantinya juga akan begitu, kita lihat saja nanti. Ada semacam kepala atau komandannya di lingkup struktural Polri atau bagaimana nanti. Itu semua kan masih wacana yang digulirkan," kata Kombes Muryan lagi.Ketika ditanya, apakah nantinya polisi kampus itu akan mempunyai kewenangan penyidikan, Kombes Muryan menjawab bahwa semestinya demikian. "Karena itu memang harus diperjelas dulu. Personelnya bagaimana, tanggung jawab dan kewenangannya. Tapi sekali lagi, itu masih wacana," jawabnya.Sementara itu, Rektor ITB Dr Ir Kusmayanto Kadiman ketika dihubungi secara terpisah hanya menuturkan bahwa ide yang digagas adalah untuk kerja sama mempelopori pembangunan polisi kampus. Polisi kampus sendiri merupakan perluasan dari Satpam yang sudah ada. Kalau sukses, bisa ditularkan ke kampus-kampus lain. Mohon doa restu dan dukungan saja, katanya.Meski demikian diakuinya, bahwa ide polisi kampus itu masih harus digarap oleh tim gabungan ITB-Polri. Dalam pertemuan dengan Kapolda itu, barulah pertemuan pertama dan dirinya baru melontarkan gagasan. "Itu baru gagasan atau konsep awal. Masih banyak yang harus diperhitungkan, termasuk mematuhi aturan perundangan yang ada dan terkait khususnya dalam law enforcement," urai Pak Koes, panggilan akrabnya.Sedangkan soal kewenangan penyidikan, Pak Koes menolak untuk menjawab lebih jauh lagi. Penjelasan dan jawaban saya cukup sekian dulu." Terlalu dini untuk diceritakan. Jangan-jangan layu sebelum berkembang. Sabar, sabar dan sabar ya," katanya.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































