"Setelah pernyataan itu, tidak lagi (pendekatan oleh diplomat asing)," kata salah satu Ketua PPAD, Letjen (Purn) Kiki Syahnakri usai buka puasa bersama PPAD dan PDI Perjuangan di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2011).
Kiki mengakui, yang menjadi masalah dalam pendeketan itu bukanlah soal dukungan kepada siapa. "Tapi orang asing mencampuri urusan dalam negeri kita," ucap Kiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kira-kira 2 atau 3 tiga minggu yang lalu beberapa perwira TNI AD diprovokasi untuk mencalonkan Sri Mulyani oleh salah satu orang asing dari kedutaan," ujar Soerjadi kemarin.
Soerjadi tidak menjelaskan secara rinci kedutaan mana yang dimaksud. Namun dia menjelaskan ada juga permintaan dari mereka untuk memasangkan mantan menkeu itu dengan pensiunan tentara.
"Lalu ada embel-embelnya mesti didampingi oleh tentara, intinya ya kalau dari kandang macan jangan masuk kandang buaya lagi lah," ujar wakil KSAD tahun 90-an ini.
Namun, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono membantah kabar itu. Dia menegaskan TNI tetap netral. "Tidak ada, perwira kumpul biasa apel pagi, kemudian apel siang. Ora ono, nggak ada," ujar Panglima.
(lrn/irw)










































