"Untuk rencana pengalihan arus belum ada, sementara masih akan dibahas bersama Dishub (Dinas Perhubungan) dan PU (Pekerjaan Umum)," jelas Kepala Subdit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Polda Metro Jaya AKBP Kanton Pinem saat dihubungi wartawan, Jumat (12/8/2011).
Pinem menambahkan, pihaknya belum melakukan rekayasa pengalihan arus terkait penutupan Jl Dr Satrio itu. "Sampai saat ini kita baru rapat, tapi konsep lalinnya, belum kita survey," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang pasti, kata dia, penutupan direncanakan ditutup untuk sisi utara Jl Dr Satrio. Jalan Dr Satrio yang mengarah ke Rasuna Said bakal ditutup selama proses pembangunan tiang pancang.
"Ditutupnya mungkin lebih dari sebulan," kata dia.
Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa mengungkapkan, penutupan Jl Dr Satrio tidak dapat dihindari karena sedang berlangsung proyek pembangunan jalan layang.
"Penutupan itu tidak bisa dihindari, tapi dalam penutupan itu tidak sembarang ditutup," kata Royke.
Dalam penutupan jalan ini, harus dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat lebih dulu. Selain itu, di lokasi yang akan ditutup juga harus dipasang rambu-rambu tanda proyek.
"Harus ada spanduk, rotator proyek dan sign yang menunjukkan kalau di lokasi sedang ada pengerjaan," tutup Royke.
(nal/nal)










































