"Saya kira sama seperti yang saya sampaikan kemarin. Itu (buron lainnya) menjadi prioritas. Apalagi Pak Presiden sudah menyatakan seperti itu, kita kerja keras," kata Timur usai menghadiri rapat persiapan 17 Agustus di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/8/2011).
Dikatakan dia, pengejaran buron-buron lainnya akan disesuaikan dengan ketentuan hukum dan prosedur melalui interpol.
"Kemudian langkah-langkah itu yang kita update. Saya kira kita jelas ketentuan hukumnya bagaimana melakukan penyelidikan dan penyidikan tersangka yang di luar negeri. Semua melalui interpol," papar Timur.
Nazarudin lebih mudah ditangkap dalam waktu singkat, bagaimana dengan buronan yang lain yang sudah lama di luar negeri tapi sampai sekarang belum tertangkap? "Semua kan kerjasama. Yang bersangkutan tampil di media, komunikasi, saya kira itu bagian dari proses mempercepat," jawab Timur.
Salah satu buron KPK yang hingga kini belum ditangkap adalah tersangka kasus suap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI), Nunun Nurbaetie.
Keberadaan Nunun juga tidak diketahui. Awalnya, pihak Nunun mengaku sosialita itu berobat ke Singapura. Namun KPK sempat mengendus Nunun berada di negara lain, antara Thailand dan Kamboja.
Selain Nunun, nama-nama lain yang juga menjadi buronan adalah Adelin Lis, Edy Tansil, Joko S Tjandra, dan Anggoro Widjaja. Nama-nama itu telah menjadi buron sejak lama namun hingga kini belum ada titik terang.
(aan/fay)











































