Rombongan KNPI yang berjumlah 12 orang ini dipimpin langsung Ketua Umum DPP KNPI Ahmad Doli Kurnia. Dalam pertemuan selama satu jam dengan Anas di kantor DPP PD Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2011) dibahas persoalan kebangsaan dan situasi politik, termasuk kemelut di PD.
"Kami membahas persoalan politik mutakhir, demokrasi, dan masa depan bangsa," kata Ahmad Doli Kurnia.
Ketika ditanya soal Partai Demokrat, Doli Kurnia menyampaikan, partai ini lahir dari sebuah gagasan besar individu atau keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (SBY) Sehingga keberadaan PD jadi sangat sentralistik dan personifikatif.
Menurutnya, ada empat institusi yang ada saat ini di dalam DPP PD yakni Majelis Tinggi, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pengurus. Dan tiga institusi itu dipimpin langsung oleh Presiden SBY. Sedangkan di Dewan Pengurus Sekjennya adalah putera beliau.
"Jadi, Anas itu kekuasaannya cuma bisa maksimal 25 persen. Jadi kalau ada masalah apapun di PD, sebenarnya Pak SBY harus tanggung jawab juga, karena kuasa partai mayoritas ada di tangan beliau. Tentu di samping yang lain," ungkapnya.
Dikatakan Doli, sebenarnya semua mengharapkan begitu Pak SBY menjadi Presiden beliau bisa mendelegasikan urusan partai kepada kader partai lain yang dianggap cakap dan loyal. "Beliau harus konsentrasi pada urusan negara dan bangsa. Karena beliau sudah milik rakyat Indonesia, bukan milik partai lagi," harapnya.
Terkait dengan pertemuan KNPI, Doli Kurnia mengungkapkan, ada 2 agenda yang mengemuka, pertama dalam konteks keberlangsungan masa depan bangsa kita ke depan, yang membutuhkan proses alih generasi. "Kami menganggap bahwa terpilihnya saudara Anas sebagai Ketua Umum partai terbesar dan pemenang saat ini memberikan adanya harapan terhadap
keberlanjutan kepemimpinan bangsa ke depan," ujarnya.
KNPI, kata Doli Kurnia, sebagai wadah berhimpun organisasi pemuda sangat concern selama ini pada penciptaan suasana kondusif yang sistematis terhadap munculnya kepemimpinan muda bangsa sebagai jaminan keberlangsungan negara bangsa Indonesia ke depan.
"Anas merupakan salah satu representasi kepemimpinan muda saat ini. Oleh karena itu
KNPI punya kepentingan untuk saling berkoordinasi, saling mengingatkan, saling koreksi, dan saling mengisi di antara
kepemimpinan muda," jelasnya.
Ditambahkannya, tersebutnya nama Anas belakangan ini terkait beberapa isu politik negatif bersama nama muda lainnya seperti Nazaruddin, Gayus, dan lainnyal merupakan keresahan yang mendalam. Karena itu semua mengganggu reputasi dan kredibilitas anak muda, walaupun tidak semua kepemimpinan muda terepresentasikan dengan beberapa orang saja.
"Untuk itu jugalah pentingnya pertemuan ini, agar kita tahu persis masalahnya, saling muhasabah, mengingatkan, saling koreksi, demi kepentingan bangsa dan Negara," imbuhnya .
(zal/van)











































