Hingga saat ini, Michael belum bisa memastikan apa isi tas misterius tersebut. Sebab tidak ada yang boleh membuka tas sampai tiba di tangan penyidik di Indonesia.
"Kata dia sih data pribadi, tapi belum dibuka dan masih disegel," kata Michael kepada detikcom, Kamis (11/8/2011).
Michael menegaskan, tidak akan menyerahkan tas itu pada siapa pun kecuali pada Nazaruddin. Sebab, sedari awal, Michael diberi kepercayaan untuk menjaga tas tersebut.
"Secara etika dan moral saya akan kembalikan dulu ke yang bersangkutan. Baru terserah yang bersangkutan, mau dikasih siapa atau diambil siapa," tegasnya.
"Sebagai pejabat saya diserahkan dan dipercayakan. Maka saya terima dan saya amankan," sambungnya.
Nazaruddin ditangkap polisi Kolombia pada Minggu (7/8) dini hari waktu setempat. Dia ditangkap saat berada di bandara internasional Cartagena menunggu pesawat komersil menuju Bogota untuk menyaksikan pertandingan sepakbola.
Saat ditangkap, ada tas kecil yang dititipkan Nazaruddin pada Michael. KPK sangat berkepentingan dengan tas tersebut karena bisa dijadikan barang bukti
(mad/nrl)











































