"Setibanya di Tanah Air kita harap yang bersangkutan menjalani proses hukum yang transparan. Sudah terlalu lama rakyat dibuat bingung tentang apa yang terjadi," kata SBY saat membuka rapat kabinet paripurna di kantornya di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (11/8/2011).
SBY juga berharap, semua pihak tidak memberi penghakiman apapun sebelum pengadilan digelar. "Biar pengadilan yang transparan yang membukanya. Bukan 'pengadilan-pengadilan' yang lain," tegas SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang perlu diperhatikan oleh Polri adalah safety, bisa jadi ada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan kedatangannya," kata SBY.
Nazaruddin ditangkap di Cartagena, Kolombia beberapa waktu yang lalu. Saat ini, pemerintah Indonesia masih berkoordinasi dengan pemerintah Kolombia untuk memulangkan pria yang menjadi tersangka kasus suap Wisma Atlet Kemenpora itu.
(ken/fay)










































