"Jenazahnya sudah dibawa ke RSCM dan motornya juga sudah diangkut petugas," kata salah seorang saksi mata, Zulkifli, kepada detikcom, Kamis (11/8/2011) pukul 10.15 WIB.
Zulkifli mengatakan, motor yang digunakan pemotor malang itu berjenis Honda Vario dengan nomor polisi B 3388 TAG. Petugas membersihkan bekas-bekas darah dengan menggunakan air dan menutupinya dengan pasir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli yang berkantor di gedung Summitmas itu cukup paham tentang situasi lalu lintas di depan kantornya yang cukup rawan. Dia menceritakan, kondisi jalan protokol itu licin karena setiap pagi penyemprot rumput otomatis menyala di sepanjang Jl Sudirman. "Posisi rumput agak tinggi sehingga sisa air semprotan sebagian jatuh ke jalan," katanya. Hal ini diperburuk dengan banyak lobang penutup got yang terlalu dalam.
Dia menduga, kecelakaan pagi ini terjadi saat pemotor mencoba mengambil jalur kanan dan kondisi jalan licin. "Dan seperti biasa setelah pertigaan SCBD samping Niaga Tower kendaraan umum menurunkan/menaikkan penumpang sembarangan sehingga sebagian pengendara baik mobil maupun motor berlomba-lomba ambil jalur kanan," ujarnya. Saat mengambil lajur kanan, pemotor kurang awas saat menghindari lubang got, sehingga selip dan diserempet bus.
"Selain itu di lajur kiri juga banyak ranjau paku, jadi banyak pengendara motor yang mengambil jalur kanan," katanya.
Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Pemotor wanita ditabrak bus Bianglala 44 (Senen-Ciledug) karena menghindari lubang di lajur kanan Jl Sudirman.
(nal/nrl)











































