"Ini kan seperti ada tawar-menawar antara Nazaruddin dengan Demokrat. Sebab kalau dipecat dia bisa mengamuk," ujar pengamat politik Iberamsjah kepada detikcom, Rabu (10/8/2011).
Namun fakta yang terungkap menunjukkan bahwa selama ini elit Partai Demokrat melakukan kebohongan publik. Hal tersebut, dinilai Iberamsjah akan semakin menurunkan kepercayaan publik kepada partai besutan SBY ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, aktivis Fadjroel Rachman mengecek kepastian pemecatan Nazaruddin di Setjen DPR. Ternyata, PD belum secara resmi mencopot Nazaruddin dari keanggotaan DPR. Justru PD mendorong surat pengunduran diri Nazaruddin dengan konsekuensi masih mendapat uang pensiun. Menurut Fadjroel, Sekjen DPR Nining Indra Saleh tak mendapat surat DPP PD terkait pencopotan Nazaruddin sehingga tak ada alasan mencopot Nazaruddin dari DPR.
Badan Kehormatan (BK) DPR juga menegaskan bahwa pencopotan M Nazaruddin dari PD belum secara resmi diteruskan sebagai pencopotan Nazaruddin dari DPR. PD belum melampirkan surat pencopotan Nazaruddin ke BK DPR.
"Bahwa partai telah membebastugaskan keanggotaannya dari partai untuk itu dilakukannya PAW. Kemudian dari pimpinan DPR melakukan langkah-langkah PAW, disampaikan ke KPU. Tapi sampai sekarang saya belum melihat atau menerima tembusan surat itu sehingga itu belum menjadi sifatnya official, resmi," ujar Ketua BK DPR M Prakosa.
Partai Demokrat menyebut pemecatan tersebut masih dalam proses administrasi semata. PD pun telah menyiapkan pengganti Nazaruddin di DPR dan berjanji akan mengumumkan secepatnya.
(adi/rdf)











































