"Tidak benar ada aliran dana ke Partai Demokrat, yang kami khawatirkan justru kalau ada oknum yang menyalahgunakan jabatan dengan mengatasnamakan Partai Demokrat untuk hal yang tidak benar," ujar Ketua DPP PD, Didi Irawadi Syamsudin saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (10/8/2011).
Didi pun meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas fakta persidangan tersebut. Partai Demokrat pun, lanjut Didi, akan siap memberikan sanksi kepada kadernya yang mencari dana dari sumber yang tidak halal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permai Group ternyata pernah mengucurkan dana ke Partai Demokrat sebanyak dua kali. Hal tersebut terungkap dalam persidangan kasus suap wisma atlet dengan terdakwa Rosa, Rabu (10/8). Sidang menghadirkan Wakil Direktur Permai Grup, Yulianis.
"Apakah ada ke Demokrat?" tanya kuasa hukum Rosa, Djufri Taufik kepada mantan Wakil Direktur Permai Group, Yulianis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (10/8/2011).
Yulianis sempat enggan menjawab pertanyaan itu karena tidak ada hubungannya dengan kasus suap wisma atlet. Yulianis pun meminta izin terlebih dahulu kepada Ketua majelis hakim.
"Apa perlu saya jawab?" tanya Yulianis.
"Silakan saja, itu hak saudara," jawab Ketua Majelis, Hakim Suwedya.
"Ada," jelas Yulianis kemudian menjawab pertanyaan Djufri.
"Untuk partai dua kali, 400 ribu (dollar) dan 1 miliar," jelas Yulianis lagi.
Namun uang itu sudah dikembalikan kepada perusahaan. Bahkan Yulianis memiliki bukti pengembalian uang itu.
"Ada tanda terima, saya terima uang pengembalian untuk partai," jelasnya.
(adi/rdf)











































