"Harus ada orang atau pengacara yang mendampingi. Harus dipastikan dia tidak diintimidasi. Sehingga pulang ke sini masuk angin dan pengakuannya jadi melempem," ujar pengamat intelijen, Mufti Makarim kepada detikcom, Rabu (11/8/2011) malam.
Mufti menilai, musuh terbesar Nazaruddin bukan negara, tetapi pihak-pihak yang menginginkan dia bungkam. Cara-cara pemberian racun, seperti yang terjadi pada kasus Munir, diperkirakan tidak bakal terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurutnya, potret hukum masih menunjukan upaya mengarahkan kesaksian sesorang untuk menyerang pihak tertentu. Inilah yang membuat Nazaruddin harus selalu dilindungi.
"Seperti dalam kasus Gayus yang seolah-olah kesaksiannya diarahkan untuk menyerang Bakrie. Padahal dia tahu kasus yang lain. Lalu ada kasus Antaari juga," terangnya.
(rdf/adi)










































