Bali secara resmi mengoperasikan instalasi pengelola air bersih yang berasal dari limbah di kawasan Suwung, Jl By Pass Sanur, Denpasar, Rabu (10/8/2011).
Instalasi pengolahan air bersih dibangun atas kerjasama pemerintah pusat, Pemkot Denpasar, Pemkab Badung dan Japan International Cooperation Agency (JICA) Japan. Proyek ini disebut Denpasar Sewerage Development Project (DSDP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Limbah yang diolah merupakan limbah rumah tangga terdiri dari limbah dapur, kamar mandi, air cucian, dan toilet. Dengan masuknya proyek DSDP ke rumah penduduk, tidak perlu lagi ada septic tank. Dengan biaya Rp 15.000-Rp 25.000 per bulannya untuk rumah tangga dan tarif bisnis bagi hotel.
Instalasi ini bisa menghasilkan air bersih 9 ribu meter kubik per hari atau setara 100 liter per detik. Namun, jumlah itu masih jauh dari jumlah krisis air yang diperkirakan terjadi pada 2015 nanti, yakni sebesar 1.500 liter per detik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bali Dewa Punia Asa menjelaskan warga Denpasar dan Badung yang telah tersambung dengan proyek sebanyak 8.647 rumah tangga.
Pada tahap pertama, dari sambungan itu dihasilkan 22 ribu meter kubik limbah per hari. Proyek DSDP tahap kedua akan mengerjakan sebanyak 720 sambungan yang menyasar hotel dan restoran di kawasan Sanur, Kuta, Legian dan Seminyak.
Instalasi ini mampu menampung 51 ribu kubik limbah per hari. Karena itu dibutuhkan areal seluas 17,5 hektar, 2,5 hektar diantaranya untuk kolam penampungan limbah.
(gds/rdf)











































