"Yang saya khawatirkan masalah sterilitas, maka perlindungan LPSK itu penting. Jangan sampai seperti para tersangka lainnya, di rutan yang bisa pakai alat komunikasi berpotensi menghilangkan aset. 24 Jam maksimum security, yang namanya witness protection itu isolasi total tanpa ada alat komunikasi," ujar anggota Satgas PMH, Mas Ahmad Santosa.
Hal tersebut disampaikan Ota, sapaan akrabnya usai Konferensi Pers 'Pengumuman Pembukaan Pendaftaran Calon Anggota LPSK' di Hotel Akmani, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2011).
Pengamanan Nazaruddin di tempat terisolir, kata Ota, akan dapat menghindarkan dirinya dari intimidasi. Selain menghindarkan ancaman intimidasi juga menghindarkan dari upaya penghilangan alat bukti.
"Sejak dini harus dicegah. Walaupun belum ada permintaan, LPSK harus melakukan persiapan sejak dini," katanya.
Nazaruddin tertangkap di Cartagena, Kolombia. Ia tengah diupayakan untuk dipulangkan ke tanah air. Dalam pelariannya ia menuding sejumlah pihak telah menerima aliran dana proyek wisma atlet. Ia juga menuduh sejumlah pejabat KPK melakukan kongkalikong dengan petinggi Partai Demokrat. Semua pihak yang dituding Nazaruddin menyangkalnya. Namun Nazaruddin mengaku punya bukti kuat.
(adi/rdf)











































