"Siapa tim gabungan yang dikirim, instansi mana saja? Harus jelas siapa, jangan sampai membuat kecurigaan," kata politikus Hanura Yuddy Chrisnandi pada detikcom, Rabu (10/8/2011).
Selama ini publik hanya tahu ada tim dari KPK, Imigrasi, Kemlu, dan Polri. Tapi siapa mereka, jangan-jangan ada yang berupaya membelokkan keterangan Nazaruddin.
"Bagaimana kalau kemudian Nazaruddin memberikan keterangan berbeda? Jangan sampai juga ada tekanan kepada Nazaruddin," imbuhnya.
Yuddy bukan tanpa alasan mengkhawatirkan hal ini. Selama ini tudingan Nazaruddin selalu mengarah kepada orang-orang tertentu yang dinilai memiliki pengaruh kuat dalam politik.
"Sebaiknya hanya aparat hukum yang terlibat dalam proses Nazaruddin ini, jangan sampai ada orang politik yang ikut serta," tuturnya.
Tim gabungan penjemput Nazaruddin dipimpin oleh Brigjen Pol Anas Yusuf. Tim telah tiba di Bogota untuk mengurus pemulangan eks petinggi PD itu.
Nazaruddin terbang ke Singapura pada 23 Mei atau sehari sebelum Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan surat pencegahan untuknya. Surat pencegahan itu atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka pada akhir Juni 2011 terkait kasus Wisma Atlet. Nazaruddin ditangkap pada Minggu (10/8) di Kolombia.
(ndr/nrl)











































