"Hari Senin saya diminta tim pengawas internal KPK terkait pengakuan sendiri Nazaruddin soal pertemuan dengan unsur dari KPK, yang diminta soal Ade Raharja. Pertama sekitar Januari 2010, kedua setelah lebaran," tutur Saan kepada wartawan, Rabu (10/8/2011).
Pada pertemuan pertama, Saan mengaku tak tahu konteksnya. Pada pertemuan itu ada dua orang unsur KPK yakni Johan Budi dan Ade Raharja. Saan tak menyebut siapa unsur PD dalam pertemuan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pertemuan kedua, kembali ada Ade Raharja. Ia menduga Nazaruddin meminta tolong sesuatu kepada Ade Raharja.
"Kedua saya sampaikan juga waktu Nazaruddin ketemu Pak Ade, Pak Ade nggak nyaman. Disampaikan juga oleh Pak Ade, saya sampaikan juga pertemuan Nazar membicarakan sesuatu yang saya tidak tahu persis. Saya tidak terlalu memperhatikan dan keperluan apapun, saya yakin Nazar minta tolong sesuatu," ungkap Saan.
Ia makin yakin karena setelah seorang temannya lagi datang, Ade lebih merasa lega. Namun lagi-lagi Saan enggan mengungkap siapa temannya itu.
"Saya enggak ngerti enggak ada urusan dengan partai. Kalau melihat ketidaknyaman Pak Ade, teman saya datang seperti Pak Ade terbebas dari tekanan dan lebih relaks," terangnya.
(van/gun)











































