"Anas itu lebih baik diam karena sekarang ini dia ngomong apapun dia tetap salah. Ini hasil dari opini yang sudah dibentuk oleh pers selama 3 bulan ini," ujar Mubarok.
Hal itu disampaikannya usai acara konfrensi pers pemilihan keluarga sakinah teladan dan pemilihan KUA teladan tingkat nasional 2011 di Gedung Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (10/8/2011).
Menurut Mubarok, pers sudah membentuk opini kalau Anas bersalah dalam kasus Nazaruddin. Apapun yang dibicarakan Anas mengenai kasus tersebut akan tetap dianggap salah oleh masyarakat.
Sedangkan mengenai kepulangan Nazaruddin dinilai bagus bagi Partai Demokrat.
"Bisa menjadi titik balik karena dengan Nazaruddin pulang, Demokrat menjadi tidak tersandera lagi dan semua rumor mau pun fitnah bisa segera diungkap," ujarnya.
Sedangkan mengenai turunnya kepercayaan publik kepada Demokrat karena kasus ini, Mubarok mengklaim kalau kepercayaan publik bisa diraih kembali.
"Sekarang ini fitnah dan kebenaran sudah tercampur aduk. Karena masyarakat lebih percaya kepada Nazaruddin. Syaraf-syaraf di kepala masyarakat sudah terbentuk bahwa Demokrat dan Anas itu salah," tukasnya.
(gus/fay)











































