"Saya dorong dia, bila perlu melawan, kalau dia merasa benar atau merasa dizalimi seperti itu," ujar Din kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/8/2011).
Din mengaku heran mendadak Nazaruddin hanya menyeret-nyeret Anas. Padahal sebelumnya banyak elit PD disodok Nazaruddin selama pelariannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din pun enggan menyarankan Anas mundur dari posisi Ketum PD. Ia berharap Anas menghadapi cobaan PD ini hingga tuntas.
"Saya tidak ingin terlalu jauh masuk soal itu. Cuma, kesan saya tanpa bermaksud bela, dia tampak seperti terzalimi. Sebelumnya banyak nama disebut, kok kemudian hanya dia sendiri. Ini wajar timbulkan kecurigaan," tandasnya.
(van/mad)











































