"Meningkatnya pemudik yang menggunakan sepeda motor tentu berimbas pada risiko kecelakaan akan meningkat. Sepeda motor lebih rawan mengalami kecelakaan," ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit.
Hal ini ia sampaikan saat menggelar jumpa pers terkait 'Persiapan Angkutan Lebaran 2011' di Gedung Arva, Jl Cikini Raya, Jakarta, Rabu (10/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudik tahun 2011 ini PT KAI hanya menyediakan dua kereta (gerbong) paling depan dan paling belakang untuk mengakut motor disetiap rangkaian kereta api. Jadi gerbong tameng akan digunakan untuk mengangkut motor, artinya jumlah motor yang bisa diangkut akan jauh berkurang," terangnya.
Data yang dimiliki MTI, jumlah angka kecelakaan saat mudik lebaran setiap tahunnya cenderung menurun. Tetapi dengan meningkatnya jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor tahun ini, angka resiko kecelakaan mudik lebaran tahun ini diperkirakan akan naik.
Tahun 2008 angka kecelakaan mencapai 2.553 kasus dengan korban meninggal 1.092 jiwa. Tahun 2009 ketika kereta Combi mulai diberlakukan tingkat kecelakaan turun menjadi 1.646 kasus dan korban meninggal 702 jiwa. Pada tahun 2010 mengguna kereta Combi bertambah sehingga jumlah kecelakaan berkurang menjadi 1.460 kasus dan korban meninggal 328 jiwa.
"Tapi tahun ini resiko kecelakaan akan meningkat dengan meningkatnya jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor. Karena kecelakaan didominasi oleh kendaraan roda dua. Sebesar 70 persen kecelakaan saat mudik adalah sepeda motor," jelasnya.
(mei/gun)











































