Sekjen DPR Diperiksa KPK Terkait Kasus Nunun

Sekjen DPR Diperiksa KPK Terkait Kasus Nunun

- detikNews
Rabu, 10 Agu 2011 10:32 WIB
Jakarta - Setelah kemarin sempat absen, Sekjen DPR Nining Indra Saleh hari ini memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nining menjadi saksi untuk tersangka cek pelawat yang kini buron, Nunun Nurbaetie.

"Iya hari ini menjadi saksi untuk ibu Nunun Nurbaetie. Kasus TC," tutur Nining kepada wartawan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (10/8/2011).

Mengenakan terusan batik warna merah, Nining datang ke kantor KPK 10.15 WIB. Dia didampingi seorang ajudan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nunun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) sejak Februari 2011. Namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru mengumumkannya beberapa bulan kemudian dan tak lama kemudian resmi menjadi buronan Interpol.

KPK sulit memanggilnya untuk bersaksi dengan alasan sedang berobat ke Singapura. Namun saat namanya mulai sering disebut-sebut di Indonesia, Nunun diduga berpindah. Sejumlah negara diprediksi dijadikan tempat persembunyian Nunun.

Pada Juni lalu, KPK sempat menyebut Nunun berada di Thailand. Padahal sebelumnya, Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM menyebut posisinya berada di Kamboja. "Yang kita tahu itu, ada di Thailand. Yang kita tahu seperti itu," terang Pimpinan KPK Haryono Umar kepada wartawan di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Jumat (17/6/2011).

Sejak awal KPK menduga Nunun hanya berpindah-pindah di dua negara yaitu Singapura dan Thailand. Namun informasi dari Kemenkum HAM yang menyebut Nunun masuk Kamboja dengan Bangkok Airways dengan paspor Indonesia itu menjadikan keberadaan Nunun menjadi makin simpang siur.

KPK mengaku sempat mendapatkan informasi soal keberadaan Nunun. Bahkan KPK memperoleh kabar, istri Adang itu dijaga oleh orang-orang yang tidak ingin Nunun dibawa pulang ke Indonesia.

"Ada informasi seperti itu, dia dikawal. Tapi kita belum tahu persis. Tidak jelas siapa, militer atau bukan," tutur Ketua KPK Busyro Muqoddas kepada wartawan di kantornya, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (25/7/2011).

Namun Busyro belum mau berkata mengenai kemungkinan pihak yang mengamankan Nunun itu merupakan suruhan dari pihak keluarga. Mengenai di negara mana Nunun saat ini, Busyro juga belum mau menjawab. "Belum jelas," katanya

(fjp/mad)


Berita Terkait