"Penangkapan Nazaruddin bisa menjadi berkah atau petaka bagi pemerintahan SBY dan Demokrat. Berkahnya adalah pemerintah akan menggunakan kesempatan ini untuk menepis keraguan publik terhadap komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi," ujar analis komunikasi politik Charta Politika Indonesia Arya Fernandes kepada detikcom, Selasa (9/8/2011).
"Selain itu, tertangkapnya Nazaruddin juga dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerjanya yang mulai mengalami penurunan," imbuh Arya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak heran bila kemudian pemerintah akan gunakan momentum penangkapan Nazaruddin untuk pulihkan citra," tambah Arya.
Arya menambahkan, kontroversi Nazaruddin tidak serta merta berakhir setelah ia tertangkap. Karena, menurutnya, Nazaruddin masih menyimpan sejumlah kartu truf yang sewaktu-waktu dapat mengancam posisi politik sejumlah petinggi Demokrat.
"Secara politik, bisa saja penangkapan ini menjadi ronde kedua gempa politik di Demokrat. Nazaruddin bisa jadi masih menyimpan sejumlah rahasia besar partai. Karena posisinya yang strategis di Demokrat memungkinkannya untuk mengakses informasi-informasi penting di lingkaran inti Partai Demokrat," ujarnya.
"Dan tidak tertutup kemungkinan Nazaruddin akan kembali berkicau lagi setiba di Indonesia. Dan pada tahap inilah, deal-deal dan kompromi-kompromi politik bisa terjadi," tandas Arya.
Menurut Arya, jeda waktu antara proses pemulangan Nazaruddin ke Indonesia dari Kolombia ke Indonesia adalah waktu yang sangat genting dan menentukan arah kasus Nazaruddin. Dalam beberapa hari ini menjelang pemulangan Nazaruddin dari Kolombia ke Indonesia adalah waktu yang sangat genting dan dapat mempengaruhi ke mana arah kasus Nazaruddin setelah ia tertangkap.
"Karena dalam jeda waktu yang sangat singkat tersebut segala kemungkinan dan negosiasi bisa saja terjadi," tutup Arya.
(mpr/lrn)










































