Penangkapan Nazaruddin Bisa Jadi Berkah atau Petaka Bagi SBY

Penangkapan Nazaruddin Bisa Jadi Berkah atau Petaka Bagi SBY

- detikNews
Rabu, 10 Agu 2011 08:39 WIB
Penangkapan Nazaruddin Bisa Jadi Berkah atau Petaka Bagi SBY
Jakarta - Petualangan M Nazaruddin, buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya berakhir ketika polisi Kolombia menangkapnya di Cartagena, Kolombia. Apa implikasi penangkapan Nazaruddin bagi Demokrat dan pemerintahan SBY ?

"Penangkapan Nazaruddin bisa menjadi berkah atau petaka bagi pemerintahan SBY dan Demokrat. Berkahnya adalah pemerintah akan menggunakan kesempatan ini untuk menepis keraguan publik terhadap komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi," ujar analis komunikasi politik Charta Politika Indonesia Arya Fernandes kepada detikcom, Selasa (9/8/2011).

"Selain itu, tertangkapnya Nazaruddin juga dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerjanya yang mulai mengalami penurunan," imbuh Arya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Arya, pemerintah akan menggunakan penangkapan Nazaruddin untuk memulihkan kepercayaan publik yang terus merosot. Bagi publik, kebijakan pemerintah tentang pemberantasan korupsi adalah salah satu indikator untuk menilai kesuksesan dan kepuasan terhadap pemerintah.

"Tak heran bila kemudian pemerintah akan gunakan momentum penangkapan Nazaruddin untuk pulihkan citra," tambah Arya.

Arya menambahkan, kontroversi Nazaruddin tidak serta merta berakhir setelah ia tertangkap. Karena, menurutnya, Nazaruddin masih menyimpan sejumlah kartu truf yang sewaktu-waktu dapat mengancam posisi politik sejumlah petinggi Demokrat.

"Secara politik, bisa saja penangkapan ini menjadi ronde kedua gempa politik di Demokrat. Nazaruddin bisa jadi masih menyimpan sejumlah rahasia besar partai. Karena posisinya yang strategis di Demokrat memungkinkannya untuk mengakses informasi-informasi penting di lingkaran inti Partai Demokrat," ujarnya.

"Dan tidak tertutup kemungkinan Nazaruddin akan kembali berkicau lagi setiba di Indonesia. Dan pada tahap inilah, deal-deal dan kompromi-kompromi politik bisa terjadi," tandas Arya.

Menurut Arya, jeda waktu antara proses pemulangan Nazaruddin ke Indonesia dari Kolombia ke Indonesia adalah waktu yang sangat genting dan menentukan arah kasus Nazaruddin. Dalam beberapa hari ini menjelang pemulangan Nazaruddin dari Kolombia ke Indonesia adalah waktu yang sangat genting dan dapat mempengaruhi ke mana arah kasus Nazaruddin setelah ia tertangkap.

"Karena dalam jeda waktu yang sangat singkat tersebut segala kemungkinan dan negosiasi bisa saja terjadi," tutup Arya.


(mpr/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini