"Penangkapan Nunun ini harus malah didorong untuk membuktikan bahwa Presiden tidak hanya berkoar-koar ketika itu berkaitan dengan partainya," kata politikus PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko.
Hal itu dikatakan Budiman usai acara 'Menyegarkan Faham Keindonesiaan; Gagasan Archipelagonomics di Gedung Indonesian Cultural Observatory, Jl Veteran I/23, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya soal kinerja KPK menanganai kasus Nazaruddin, Budiman mengaku agak cemas karena beberapa komisioner terindikasi terlibat kesepakatan dengan eks bendahara umum Partai Demokrat itu. Komite Etik, katanya, harus berani memanggil sejumlah komisioner yang diduga terlibat untuk dimintai keterangannya.
"Saya cemas boleh saja kan? Tapi kecemasan saya itu sampai sebelum Komite Etik bekerja. Kalau sudah bekerja dan ternyata komisioner KPK yang sekarang bersih, saya jadi tidak cemas lagi," ujar eks ketua umum Partai Rakyat Demokratik ini.
(lrn/mpr)










































