Kebakaran di Gedung Adira Padam, Penyebab Korsleting di Ruang IT

Kebakaran di Gedung Adira Padam, Penyebab Korsleting di Ruang IT

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2011 22:25 WIB
Kebakaran di Gedung Adira Padam, Penyebab Korsleting di Ruang IT
Jakarta - Si Jago Merah yang mengamuk di Gedung Adira Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat sudah berhasil dipadamkan. Penyebab kebakaran diduga berasal korsleting listrik dari ruang operasional IT lantai 5.

"Ya sudah berhasil dipadamkan pada pukul 21.20 WIB. Namun, petugas masih melakukan pendinginan untuk menghilangkan kepulan asap dan hawa panas," ujar Kepala Dinas Damkar DKI Jakarta Paimin Napitupulu kepada wartawan di lokasi, Selasa (9/8/2010).

Paimin mengatakan, sumber api berasal dari lantai 5 ruang operasional IT. Penyebab kebakaran diduga korsleting pada kabel yang menimbulkan percikan api sehingga terjadi kebakaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 29 unit mobil gabungan dari Damkar Jakarta Pusat dan Damkar Provinsi DKI Jakarta diturunkan untuk menjinakkan api. Sementara satu petugas sempat dilarikan ke rumah sakit karena kehabisa udara saat memadamkam api.

"Ada satu petugas yang pingsan. Sudah dilarikan ke RS Cikini," jelasnya.

Sementara itu Direktur Marketing Roda Empat Adira Hafid Hadeli memastikan peristiwa ini tidak berdampak apapun pada kegiatan operasional perusahaannya. Dia juga memastikan tidak ada data pelanggan yang hilang.

"Karena pusat data bukan di sini, ada di beberapa cabang kita," paparnya.

Hafid mengatakan korban akibat peristiwa ini ada 7 orang, 3 di antarnya karyawan dan 4 sekuriti. Masing-masing di rawat di RS Cikini dan RSCM.

"Untuk biaya semua kita tanggung. Untuk pengoperasian dialihkan ke cabang lain di jalan Agus Salim dan di training center di Gondadia," jelasnya.

Pantauan detikcom, jalan dari Tugu Tani menuju Cikini sudah dibuka dan kondisi jalan lancar. Mobil pemadam kebakaran yang parkir di jalan Menteng, masih terlihat.

(mpr/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini