"Demokrat menyambut dengan gembira Nazaruddin ke Indonesia. Bagi PD ini berkah. Daripada menanti omongan dia di televisi yang berubah-ubah, lebih baik menghadapinya di pengadilan," kata Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika kepada wartawan di rumah aspirasinya, Jl Ciung Wanara, Denpasar, Selasa (9/7/2011).
Nazaruddin pernah menyebutkan beberapa petinggi PD, seperti Ketum Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, Mirwan Amir, dan Angelina Sondakh terlibat dalam kasus suap Wisma Atlet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suardika menjelaskan, dengan tertangkapnya Nazaruddin maka semua tuduhannya itu harus dituangkan terlebih dahulu dalam proses hukum.
"Mohon Nazaruddin memberi keterangan yang jujur dan jernih di KPK," kata Pasek Suardika yang juga anggota Komisi II DPR ini.
Setelah semua tuduhan itu dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan persidangan, maka petinggi PD yang disebut siap dikonfrontir melalui proses hukum.
"Kader-kader kami siap dikonfrontir dan memberikan keterangan untuk penegakan hukum. Justru, Nazaruddin yang malah kabur ke luar negeri," kata Pasek Suardika.
Ia pun meminta semua aset Nazaruddin dibekukan setelah tertangkap sehingga mudah mengungkap kasus tersebut.
(gds/ndr)











































