"Yang dicari kan Nazaruddin, kok lu nyari istrinya sih. Yang penting apa, yang dicari siapa? Nazarudin kan? Ya sudah kok nanya istrinya," komentar Menko Polhukam Djoko Suyanto menjawab wartawan, di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (9/8/2011).
Djoko mengaku tidak tahu apakah Neneng ada saat penangkapan terjadi. Menurut Djoko, yang terpenting adalah Nazaruddin karena yang dicari KPK adalah Nazaruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko mengatakan, penyelidikan masih terus dilakukan setelah sampai di Indonesia. Paspor yang dipakai Nazaruddin dan dikeluarkan di mana juga akan diperiksa.
"Nanti kan ada penyelidikan lebih lanjut kasusnya, paspornya dari mana, foto siapa, dikeluarkan dari mana, itu nanti. Ini kan baru kena, baru ditangkap, belum dibawa pulang. Sabar kenapa sih kalian ini," cetusnya.
Mabes Polri sebelumnya simpang siur tentang posisi Neneng. Senin kemarin, Polri menyebut, Nazar ditangkap bersama istrinya. Sedangkan hari ini, disebutkan Nazar tidak bersama istrinya. Sedangkan anak-anak Nazar 'disembunyikan' di Malaysia.
Neneng saat ini berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di proyek pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tahun 2008.
(gus/nrl)
