Polri Siap Bawa Nazaruddin Utuh, Tanpa Ada Satupun yang Menyentuh

Polri Siap Bawa Nazaruddin Utuh, Tanpa Ada Satupun yang Menyentuh

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2011 13:12 WIB
Polri Siap Bawa Nazaruddin Utuh, Tanpa Ada Satupun yang Menyentuh
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Polri menjaga keselamatan Nazaruddin sampai tiba di Indonesia. Polri mengaku siap mengamankan mantan bendahara umum Partai Demokrat itu dari setiap ancaman.

"Tim ini juga bertugas terutama dari Polri mengamankan dia, jadi seketat apa pun dia harus dalam keadaan utuh, tidak ada yang nyentuh dan sebagainya," ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (9/8/2011).

Anton mengatakan, Polri memiliki kepentingan untuk membawa Nazaruddin hidup-hidup. Karena banyak kasus di Indonesia yang harus diselesaikan oleh Nazar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa tidak takut Nazaruddin di-Munir-kan?" tanya wartawan pada jenderal bintang dua ini.

"Kita punya kewajiban dan tanggung jawab untuk membawa yang bersangkutan dalam keadaan selamat ya, ya dipertanggungjawabkan," kata Anton.

Menurut Anton, tim gabungan Polri telah berangkat pukul 19.00 WIB, Senin (8/8) malam ke Bogota, Kolombia. Tim dipimpin Direktur V Bareskrim Tindak Pidana Tertentu Brigjen Anas Yusuf dan 3 penyidik lainnya.

"Tentu ini gabungan dari pihak Kemenlu, Kemenkum HAM, Imigrasi, KPK, kemudian dari Polri. Interpol juga berangkat kesana tentu dalam rangka bagaimana untuk mengajak Nazaruddin bisa dikembalikan pulang ke Indonesia," tambahnya.

Proses pemulangan Nazaruddin, lanjut Anton, memerlukan waktu. Namun pihaknya memastikan Nazaruddin akan diproses secara deportasi.

"Ini tentu membutuhkan waktu untuk negosiasi, dengan pemerintahan disana, kita tunggu aja. Yang jelas kita yakin itu adalah Nazaruddin dengan sidik jari yang kita kirim 2 hari lalu itu sama," papar Anton.

Jadi kapan Nazaruddin dipulangkan? "Kalau memang udah oke mereka serahkan pada kita, ya uda kita bisa bawa paling segera ke Indonesia dengan dikawal ketat dan dijamin aman," jawabnya.

(nal/nal)


Berita Terkait