SBY-Kalla:
Sumbangan Bukan Money Politics
Rabu, 30 Jun 2004 03:43 WIB
Jakarta - SBY-Kalla 'dinobatkan' paling banyak terindikasi money politics selama masa kampanye. Namun tim sukses SBY-Kalla menjelaskan, itu semua hanya sumbangan.Adalah Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII) yang 'menobatkan' SBY-Kalla yang tercatat mengeluarkan Rp 496 juta dengan 10 kasus.Money politics dilakukan SBY-Kalla dengan memberi uang kepada tokoh-tokoh masyarakat dengan sistem blocking vote. Dana itu misalnya diberikan kepada pimpinan pondok pesantren, pimpinan yayasan, tempat ibadah, serta kelompok usaha dan tani.Atas dugaan itu, Sofyan Djalil selaku Juru Bicara Tim Sukses SBY-Kalla menjelaskan, Kalla sejak dulu merupakan donatur tetap di sejumlah sekolah, rumah ibadah, dan pesantren di Indonesia timur dan Sumatera Barat."Sebagai seorang Muslim, secara rutin Kalla selalu menyisihkan sebagian hartanya untuk zakat dan diberikan kepada masjid, sekolah, maupun pesantren, dan lembaga-lembaga sosial lainnya," tutur Sofyan melalui rilisnya kepada detikcom, Selasa (29/6/2004) malam.Dia juga mengklarifikasi tuduhan money politics kepada pasangan SBY-Kalla. Misalnya bantuan kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat di Palu yang diberikan sebelum masa kampanye."Pada saat itu Kalla diundang untuk memberikan ceramah pada perayaan ulang tahun Al-Khairaat. Usai memberikan ceramah, ada permintaan untuk membantu pesantren tersebut, dan Kalla langsung menyanggupinya. Jadi bantuan untuk Al-Khairaat merupakan hal yang wajar," kata Sofyan.Mengenai sumbangan kepada sebuah pesantren di Sumatera Barat, lanjut dia, pihak pesantren sudah memohon bantuan sejak beberapa waktu lalu dalam rangka rehabilitasi sarana dan prasarana. Permohonan bantuan disampaikan kepada istri Kalla Ny Mufidah yang berasal dari Sumatera Barat."Kebetulan Kalla berkunjung ke Sumatera Barat, dan Ibu Mufidah langsung merespons permintaan tersebut," jelas Sofyan.Menurut dia, memberikan sumbangan merupakan hal yang normal dan rutin dilakukan Kalla. Sebab Kalla selalu mengalokasikan sebagian hartanya untuk kepentingan amal. "Jadi adalah keliru jika menganggap sumbangan tersebut sebagai money politics," demikian Sofyan.Kalau SBY?
(sss/)











































