SBY Punya Otoritas Ganti Ketum PD Bila Tersangkut Nazaruddin

SBY Punya Otoritas Ganti Ketum PD Bila Tersangkut Nazaruddin

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2011 12:42 WIB
SBY Punya Otoritas Ganti Ketum PD Bila Tersangkut Nazaruddin
Jakarta - Tertangkapnya mantan bendahara umum Partai Demokrat (PD) Muhammad Nazaruddin bisa jadi membuat panik sejumlah elit PD. Apalagi politisi-politisi yang pernah disebut Nazaruddin, termasuk Ketum PD Anas Urbaningrum. Terlebih, ternyata Presiden SBY punya otoritas penuh mengganti Ketum PD demi penyelamatan partai.
 
"Otoritas Pak SBY itu bisa mengganti Ketua Umum. Itu bagaimana tingkat penyelamatan partai harus dilakukan. Meski kita tidak bisa mengandai-andai ada KLB atau pergantian, tapi otoritas itu berdasar AD/ART ada pada dewan pembina," ujar Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua.

Hal ini disampaikan Max kepada detikcom, Selasa (9/8/2011).

Menurut Max, pembersihan nama baik partai menjadi prioritas PD saat ini. Betapa tidak, PD masih memendam mimpi untuk memenangkan kembali pemilu 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin jatidiri partai itu dikembalikan. Saya pikir itu (pergantian ketum adalah) urusan Pak SBY, kalau mau dilakukan kita manut saja. Ya kita punya AD/ART partai demikian, tidak semata-mata mengganti," terang Max yang juga orang terdekat Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie.

Menurut Max, tertangkapnya Nazaruddin memang sangat dinantikan PD. Ia membenarkan bahwa sekarang ini adalah momentum pembersihan total PD.

"Saya kira sangat penting karena semua yang dituding oleh Nazaruddin membuat wacana yang mendiskreditkan PD dan

semua pihak, Nazaruddin harus membuktikan itu," tuturnya.

Proses hukum terhadap Nazaruddin pun menjadi menarik untuk dinantikan. Max ingin sekali membuktikan kepada publik bahwa tidak semua elit PD bermasalah hukum.

"Kalau ada beberapa yang disebut Nazaruddin itu tidak bisa dipukul rata, saya rasa masih banyak elit PD yang baik yang mengikuti program partai mensukseskan program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat. Ini momentum tepat bagi PD untuk kembali menunjukkan jatidirinya," tegasnya.


(van/asy)


Berita Terkait