Asap & Minim Air Warnai Pontianak

Asap & Minim Air Warnai Pontianak

- detikNews
Selasa, 29 Jun 2004 23:21 WIB
Jakarta - Warga Pontianak hanya bisa pasrah. Kabut asap masih pekat menyesakkan dada. Ditambah lagi dengan minimnya air bersih karena sumber air menjadi asin lantaran terinterusi air laut.Kendati sudah diguyur hujan kemarin, namun hingga Selasa (29/6/2004) malam ini, kabut asap di kota Pontianak masih cukup pekat. Bahkan jarak pandang hanya 150-200 meter. Asap tampak pekat terutama di pagi hari dan malam hari.Saking pekatnya asap, para pengendara menyalakan lampu kendaraannya pada pagi dan siang hari. Asap yang cukup tebal terlihat di pinggiran Pontianak seperti Siantanulu, Sungai Ambawang, Jeruju Besar, dan Sungai Raya.Pemkot Pontianak dan Pemda Kalbar menyarankan warga menggunakan masker yang sudah dibagikan gratis. Tapi karena tidak memberikan pengaruh, banyak warga tidak memakai masker.Berdasarkan indeks pencemaran udara, asap sudah pada taraf yang mengkhawatirkan (hazardus). Warga pun mengalami sesak nafas dan mata perih.Walau sudah ada peringatan dari pemerintah agar tidak keluar malam kalau tidak mendesak, namun jalan-jalan di kota Pontianak tetap ramai. Warga tetap beraktivitas seperti mencari hiburan atau berjualan makanan.Selain asap, warga Pontianak juga mengalami kesulitan air bersih. Sejumlah instalasi PDAM yang berada di Jeruju sudah tidak lagi memproduksi air bersih. Pasalnya bahan baku air sudah tidak bisa diolah karena mengandung kadar garam yang cukup tinggi.Begitu juga air baku yang berada di kawasan Imam Bonjol tidak bisa dipakai karena terinterusi air laut. Air Sungai Kapuas yang biasanya tawar sudah menjadi asin dan tidak bisa diolah lagi menjadi air minum.Karena keterbatasan air, warga mengambil sendiri ke PDAM dengan jerigen plastik. Sebab tidak ada lagi pasokan air melalui ledeng. Meski demikian, peristiwa ini tidak seburuk tahun 1997 dan 2000. Saat itu warga Pontianak benar-benar krisis air bersih. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads