Istana: Nazaruddin Harus Dijaga karena Banyak yang Berkepentingan

Istana: Nazaruddin Harus Dijaga karena Banyak yang Berkepentingan

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2011 10:36 WIB
Istana: Nazaruddin Harus Dijaga karena Banyak yang Berkepentingan
Jakarta - Kepulangan Nazaruddin ke Tanah Air paling dinantikan untuk memenuhi proses hukum. Keselamatan tersangka kasus dugaan suap Wisma Atlet ini harus benar-benar terjamin.

Juru Bicara Presiden SBY, Julian Pasha mengatakan, Presiden SBY berpesan secara khusus untuk mengamankan Nazaruddin karena yang bersangkutan ditunggu sekali kehadirannya untuk memenuhi proses hukum yang bersangkutan.

Selain itu, kata Julian, Nazaruddin sebelumnya pernah menyampaikan ke media hal-hal yang sifatnya kontroversial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh sebab itu harus dibuktikan dan banyak pihak yang berkepentingan terhadap Nazaruddin untuk bisa hadir di KPK memberikan testimoni, penjelasan, bukti tentu saja agar publik menjadi jelas apa yang sebelumnya menjadi kontroversi itu. Spekulasi bisa dibuktikan," papar Julian di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2011).

Menurut dia, semua pihak berharap kebenaran bisa terungkap dengan hadirnya Nazaruddin.

Julian berpendapat wajar apabila Presiden SBY khawatir dengan keselamatan Nazaruddin. Sebab, Nazaruddin merupakan orang yang selama ini dicari, melibatkan Interpol dan juga banyak pihak yang berkepentingan untuk bisa mendengar langsung penjelasan Nazaruddin.

"Apalagi tempat diketemukannya jauh di Kolombia maka Presiden berpesan Kedubes kita di sana untuk memastikan agar keselamatan Nazaruddin benar-benar bisa dijamin, dan itu merupakan hal yang wajar," kata Julian.

Nazaruddin ditangkap di Kota Cartagena, Kolombia, Minggu (7/8). Dia ditangkap dengan paspor atas nama Syarifuddin. Presiden SBY berpesan Nazaruddin segera dibawa ke Indonesia.

Nazaruddin diketahui terbelit sejumlah kasus, bukan hanya di KPK. Di Mabes Polri dia tengah dibidik kasus Kemendiknas dan Kemenkes dan juga kasus dugaan pencemaran nama baik Anas Urbaningrum. Selain itu di Kejati Sumbar Nazaruddin dibidik kasus dugaan korupsi di Kabupaten Dharmasraya terkait pembangunan rumah sakit.

(aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini