Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Sujarno mengatakan, lima jenis kejahatan yang patut diwaspadai, yakni perampasan nasabah bank, perampokan bank, perampokan toko emas, pembiusan dan pencurian di rumah kosong.
"Lima kejahatan ini diprediksi meningkat selama puasa hingga menjelang lebaran," ujar Sujarno kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejahatan pertama yang perlu diwaspadai, yakni perampokan nasabah. Dalam kasus ini, perampok menyasar nasabah yang telah melakukan transaksi di bank.
"Untuk itu, kita menghimbau masyarakat yang hendak melakukan penarikan uang agar meminta bantuan kepada polisi untuk pengawalan," kata Sujarno.
Kemudian, kejahatan perampokan di bank juga salah satu kejahatan yang diwaspadai. Para pelaku biasanya mempersenjatai diri dengan senjata api dalam aksi kejahatan ini.
"Kami juga mengimbau untuk meminta penjagaan dari kepolisian di bank-bank," ujarnya.
Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) 24 jam yang berdiri sendiri juga kerap menjadi sasaran perampokan di bulan puasa hingga lebaran. Bank diimbau untuk menyiagakan sekuriti di gerai ATM yang buka hingga 24 jam.
"Nanti juga kita akan menyambangi atau patroli ke lokasi-lokasi di mana ada ATM yang 24 jam," tuturnya.
Selanjutnya, perampokan toko emas juga sering menjadi sasaran kejahatan. Para pelaku, biasanya beraksi di siang hari dengan menggunakan senjata api.
Sementara perampokan di rumah kosong, biasanya terjadi menjelang lebaran. Pelaku menyasar rumah yang ditinggal mudik.
"Masyarakat yang hendak mudik kita imbau untuk waspada akan kejahatan ini.
Menghadapi bulan puasa dan lebaran nanti, aparat kepolisian terus meningkatkan patroli dan razia di titik-titik rawan. Kepolisian juga akan terus mensosialisasikan kerawanan di bulan puasa hingga lebaran ini," jelasnya.
"Dari aspek preemptive termasuk Binmas kita tingkatkan lagi dan nanti kita juga pasang spanduk-spanduk imbauan di titik-titik rawan," tutup Sujarno.
(mei/nvc)











































