Menurut politisi Demokrat Roy Suryo yang dilibatkan polisi dalam pencarian ini, Nazar pertama kali terendus di Kamboja. Saat itu dia melakukan wawancara dengan sebuah koran nasional via telepon.
"Tapi setelah itu nggak ada kontak lagi sama sekali," ucap Roy kepada detikcom, Selasa (9/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang lebih jelas waktu dia menelepon ke Hotel Nikko buat wawancara dengan Karni Ilyas dari TV One, kita baru tahu dia Amerika Selatan. Lalu dia nelepon lagi hari besoknya ke Metro, makin jelas lokasinya," terangnya.
Usai wawancara itu, Roy mengaku sempat menggelar rapat dengan petinggi kepolisian di sebuah rumah di Kebayoran, Jakarta. Dalam pembicaraan tersebut, ditentukan langkah-langkah penangkapan Nazar.
"Sayangnya di Metro muncul tayangan Skype dengan Iwan Piliang. Karena tayangan itu ditayangkan 18 jam setelah kejadian, artinya ada waktu 18 jam yang dimungkinan Nazar itu pergi lagi," lanjutnya.
Belakangan diketahui, wawancara via Skype dengan Iwan Piliang dilakukan oleh Nazar di sebuah kamar hotel di Dominika. Hingga akhirnya proses pencarian pun berakhir di Cartagena, Kolombia.
Kini, Nazar akan segera dipulangkan ke Tanah Air. Tim gabungan pemerintah sedang mengurus proses diplomasi untuk memulangkan pria yang masuk dalam buron interpol tersebut.
(mad/nvc)











































