"Nggaklah (merasa jadi pesaing-red). Saya juga nggak tahu sekarang PDI perjuangan calonnya siapa," ujar Puan di sela-sela acara buka puasa bersama PA GMNI dan Presidium KAHMI di rumah dinas ketua MPR, Jl Widya Chandra, Jakarta, Senin (8/8/2011) malam.
Menurutnya, semakin banyak perempuan yang maju dalam pencapresan itu semakin bagus untuk demokrasi. Namun demikian, pada akhirnya rakyat jugalah yang menentukan siapa yang akan memimpin bangsa ini ke depan.
Terlepas dari itu, lanjut Puan, masih terlalu dini untuk membicarakan pencapresan pada saat ini. Sebab, masih banyak ujian yang harus dilalui parpol sebelum bisa mengusung jagonya ke kancah Pilpres.
"Sah-sah saja boleh mengajukan diri, tapi kita kan punya mekanisme sesuai undang-undang bahwa parpol yang bisa lolos PT yang bisa mengajukan capres. Sebelumnya juga harus mendaftarkan diri dulu, dan belum tentu lolos verifikasi," kata Puan.
(lrn/mad)











































