Kiemas: GMNI dan HMI Harus Siapkan Kader di 2014

Kiemas: GMNI dan HMI Harus Siapkan Kader di 2014

- detikNews
Senin, 08 Agu 2011 20:21 WIB
Jakarta - Sebagai organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) turut bertanggung jawab atas kelanjutan kepemimpinan bangsa ke depan. Kedua organisasi ini harus bisa mempersiapkan kader-kadernya di Pilpres 2014.

"Paling tidak sampai 2014 harus mempersiapkan kader-kadernya. Kader-kader GMNI dan HMI cukup mumpuni untuk membangun NKRI ini," kata Ketua MPR yang juga anggota Dewan Kehormatan GMNI dan HMI, Taufiq Kiemas.

Hal itu dikatakan Taufiq dalam jumpa pers usai buka puasa bersama Persatuan Alumni (PA) GMNI dan Korps Alumni HMI (KAHMI) di rumah dinas Ketua MPR, Jl Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir dalam acara anggota Presidium KAHMI Viva Yoga Mauladi dan Ketua PA GMNI Soekarwo. Tokoh-tokoh senior dua organisasi yang hadir dalam jumpa pers antara lain Akbar Tandjung, Siswono Yudo Husodo, Mahfud MD, Theo Sambuaga dan Jafar Hafsah. Anas Urbaningrum yang juga anggota Presidium KAHMI tidak hadir.

Siswono mengatakan, saat ini adalah masa yang belum pernah dialami bangsa Indonesia, yakni memiliki Presiden dua periode dan tidak bisa mencalonkan diri kembali.

"Melihat kultur politik di akhir kepemimpinan ini soliditas kita mulai merenggang. Karenanya, pertemuan ini menjadi baik dan penting untuk mengawal negara, dan pertemuan organisasi intelektual ini menjadi strategis," kata Siswono.

Soekarwo dan Viva Yoga berharap pertemuan dan persaudaraan HMI dan GMNI bisa diteruskan ke depan untuk mengawal perjalanan bangsa. Mereka berharap alumni organisasi mahasiwa lain yang masuk dalam kelompok Cipayung: PMII, PMKRI, GMKI, bisa turut serta kemudian.

Akbar secara khusus memuji Taufiq Kiemas yang bisa mengumpulkan senior-senior dari HMI dan GMNI. Hal ini, katanya, tidak lepas dari peran Taufiq sebagai anggota dewan kehormatan dua organisasi itu.

"Di tubuh Pak Taufiq ini melekat dua nilai, nilai GMNI dan HMI, nilai keindonesiaan dan keislamaan," puji Akbar.

(lrn/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads