Mega-Hasyim Dicatut, Pemilih Dijanjikan Rp 500 Ribu
Selasa, 29 Jun 2004 17:21 WIB
Jakarta -
Mega-Hasyim dicatut. Buntutnya, 150 ribu kopi kartu pemilih pun terkumpul. Pengumpulnya menjanjikan memberi duit Rp 200-500 ribu.Beberapa pekan terakhir ini aksi penipuan tersebut terjadi di wilayah Jakarta, Jawa Timur dan Gorontalo. Aksi ini berindikasi kuat adanya suatu pola sistematis untuk mencemarkan serta merusak nama baik Megawati . Demikian disampaikan salah satu ketua tim Mega Center Mayjen Purn Adang Ruchiatna dalam konferensi pers di kantor Mega Center Jl. Teuku Umar 33 Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2004). Praktek penipuan yang baru-baru ini terungkap adalah penipuan dengan modus mengiming-imingi seolah-olah pasangan Mega-Hasyim akan membeli suara rakyat seharga Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. "Targetnya jelas mereka ingin memberi kesan pasangan ini melakukan praktek politik uang," ujar Adang. Adang mengungkapkan sinyalemen ini menyusul ditangkapnya Ny. Olga Latief oleh aparat Polres Jakpus, Senin (28/6/2004). Ia ditangkap basah sedang melakukan praktek busuk itu. Olga terjebak karena sasaran yang dihadapinya adalah petugas yang sedang menyamar. Dari Olga, penelusuran polisi kemudian sampai pada sejumlah nama, antara lain Raja Suban. Raja dikenal sebagai ketua Kantor Hukum Insan Pecinta Bung Karno yang beralamatkan di Jl Warakas VI/18 Jakut. Kini keduanya ditahan di Polres Jakarta Pusat. Menurut Adang, praktek busuk ini telah menyebar ke daerah Gorontalo, Surabaya, Jatim, dan Jakarta. Dari pemeriksaan, terungkap keduanya berhasil mengumpulkan 1.140 kopi kartu pemilih di Jakarta, 3.500 kopi di Surabaya dan 145.767 kopi di Jawa Timur. Jadi jumlah total ada 150.407 kopi kartu pemilih.Adang mengkhawatirkan gerakan ini dikendalikan pihak lain. "Siapakah pihak di balik penipuan ini masih diselidiki. Namun hal ini dipastikan berdampak pada delegitimasi dukungan rakyat kepada Mega-Hayim," katanya.
(dni/)










































