"Setelah Nazaruddin, kita minta pemerintah juga tangkap Nunun. Jangan lupakan Nunun," kata Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho saat dihubungi detikcom, Senin (8/8/2011).
Seperti halnya Nazaruddin, Nunun juga sudah ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus pemberian cek perjalanan dalam kasus suap pemilihan DGS BI. Pengejaran Nunun sudah lebih dari 1 tahun. Namun tidak kunjung berhasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila pemerintah sukses menangkap Nunun, tentu akan menjadi catatan penting dalam upaya pemberantasan korupsi. "Ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah mendukung KPK dan pemberantasan korupsi," tuturnya.
Sama seperti halnya Nazaruddin, Nunun diketahui bersembunyi di luar negeri. Awalnya dia di Singapura, namun kemudian hilang jejaknya. Terakhir Ketua KPK Busyro Muqoddas menyebut Nunun berada di Thailand dan diduga dikawal pria bersenjata.
(ndr/asy)










































