KPU Jamin Semua Capres Hadiri Debat, Termasuk Mega
Selasa, 29 Jun 2004 16:40 WIB
Jakarta - Debat capres di berbagai forum selama ini selalu minus Mega. Mengharapkan Mega bak mimpi kali yee..begitulah kira-kira. Tapi pada debat capres yang disponsori KPU, Mega memastikan hadir."Semua pasangan akan hadir, termasuk Ibu Megawati. Pada hari pertama, pasangan Mega-Hasyim dan Amien-Siswono," kata Ketua Pokja Sosialisasi KPU Valina Singka Subekti dalam jumpa pers di Media Center KPU, Jl.Imam Bonjol, Jakpus, Selasa (29/6/2004).Wartawan masih menyangsikan penjelasan Valina dan meyakinkan apakah benar Mega akan hadir. "Alhamdulillah sampai sekarang belum ada perubahan dalam arti Megawati Soekarnoputri akan hadir besok malam," jawab anggota KPU Hamid Awaluddin yang mendampingi Valina.Bagaimana jika ada yang tidak hadir nantinya, bukankah di UU tidak ada sanksi? "Sama sekali tidak ada konsekuensi. Kalau ada yang tidak hadir, podium (untuk capres) tetap di panggung. Sehingga yang tidak hadir kelihatan," jawab Hamid.Valina menambahkan, mekanismenya nanti, para panelis akan mengajukan pertanyaan pada capres A. Moderator meminta calon lain untuk merespon jawaban dari calon A. "Masyarakat bisa melihat bagaimana solusi yang disampaikan pasangan calon," katanya.SiapBertindak sebagai moderator dalam debat itu adalah Ira Koesno. Sedangkan empat panelis adalah Eko Budihardjo dari Undip, Aditiawan Chandra dari FE UI, Harkristuti Harkrisnowo dari FH UI dan Ikrar Nusa Bakti dari LIPI. Mereka juga hadir mendampingi Valina dan Hamid dalam jumpa pers itu. Mereka menyatakan siap berlaga dalam debat capres 30 Juni dan 1 Juli.Eko mengaku dalam debat itu dia akan membaca puisi. Dia juga mengaku tidak tidak berafiliasi dengan partai apa pun, demikian juga panelis lainnya. "Saya memang pernah ditawari menjadi tim ekonomi pasangan capres tertentu. Tapi saya tolak karena kalau saya ambil, saya harus melepaskan jabatan saya sebagai dekan. Jadi tidak ada ikatan dengan partai mana pun," kata Aditiawan Chandra yang Dekan FE UI ini.Ikrar Nusa Bakti menyangkal dia dekat dengan orang Mega atau pun tergabung dalam Mega Center. "Saya klarifikasi tuduhan dan macam-macam. Pada saat Mega Center akan dibuat, nama saya memang masuk. Tapi saya langsung datang ke Teuku Umar 33 (markas Mega Center). Saya katakan pada Pak Pram (Wasekjen DPP DPIP) bahwa saya PNS. Saya kepala pusat penelitian politik LIPI. Kalau masuk Mega Center alangkah lucunya. Jadi, saya tidak menjadi anggota Mega Center atau tim sukses Mega baik tertulis atau bayangan," urai Ikrar.Ira Koesno juga menegaskan bahwa posisinya bukan sebagai jurnalis. "Saya hanya mengatur lalu lintas, jadi tidak akan menguliti,"ungkapnya. Sedangkan Harkristuti dari FH UI hanya berujar pendek,"Anda bisa lihat sendiri."
(nrl/)











































