SBY-Kalla Terbanyak Terindikasi Lakukan Money Politics
Selasa, 29 Jun 2004 16:02 WIB
Jakarta -
Pasangan capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla terindikasi terbanyak melakukan money politics selama masa kampanye. Pasangan itu mengeluarkan Rp 496 juta dengan 10 kasus. Demikian hasil pemantauan Transparency International Indonesia (TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang disampaikan Wakil Koordinator ICW Lucky Jane dan Koordinator Pemantauan Dana Kampanye TII Hasan Jamed Hamidi, dalam jumpa pers di kantor ICW, Jl. Kalibata Timur, Jakarta, Selasa (29/6/2004).Urutan kedua terbanyak melakukan money politics adalah pasangan Mega-Hasyim yakni Rp 248 juta dengan 13 kasus. Ketiga ditempati pasangan Amien-Siswono dengan jumlah uang Rp 126 juta dalam 9 kasus. Urutan selanjutnya, Wiranto-Solahuddin Wahid Rp 87 juta dengan 17 kasus. Dan kelima, pasangan Hamzah-Agum, dengan indikasi Rp 50 juta dalam 1 kasus. Pasangan SBY-Kalla, kata Lucky, lebih royal memberi uang kepada tokoh-tokoh masyarakat dengan sistem blocking vote. Dana itu misalnya diberikan kepada pimpinan pondok pesantren, pimpinan yayasan, tempat ibadah dan kelompok usaha dan tani. Money politics diberikan kepada tokoh masyarakat karena dinilai lebih efektif dibandingkan dengan menebar ke banyak orang. "Sehingga dilihat dari jumlah kasus pasangan ini lebih sedikit dibanding kasus Wiranto-Wahid," kata Lucky. Lebih jauh Lucky menjelaskan, pasangan SBY-Kalla di Palu memberikan sumbangan kepada pesantren senilai Rp 200 juta. Kemudian di Sumatera Barat, Kalla memberi sumbangan ke yayasan Rp 50 juta. "Sumbangan seperti itu merupakan money politics karena diberikan dalam masa kampanye untuk mempengaruhi pemilih. Kalau misalnya dengan alasan itu merupakan sumbangan sosial kenapa tak dilakukan jauh hari sebelum kampanye?" kata Lucky.Hasil pemantauan ini merupakan updating terakhir TII-ICW di 28 saerah hingga 19 Juni 2004. Dari pantauan itu, TII-ICW juga memperkirakan total dana kampanye semua capres sebesar Rp 108 miliar. Dari jumlah itu, dana kampanye Wiranto yang terbanyak dengan Rp 36,6 miliar. Sementara yang terkecil Amien Rais dengan jumlah Rp 7,6 miliar. Sementara dana kampanye Mega sebanyak Rp 30,3 miliar. Lalu SBY Rp 25,2 miliar dan Hamzah Rp 8,2 miliar.Dana kampanye berdasarkan temuan TII-ICW paling besar digunakan untuk membiayai iklan media TV dan cetak yakni Rp 70 miliar. Kemudian untuk kampanye menetap yakni kampanye di lokasi Rp 25 miliar dan biaya perjalanan Rp 6,5 miliar.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































