Polisi Harus Proaktif Usut Dugaan Korupsi JK Versi Gus Dur

Polisi Harus Proaktif Usut Dugaan Korupsi JK Versi Gus Dur

- detikNews
Selasa, 29 Jun 2004 15:12 WIB
Jakarta - Praktisi hukum Bambang Widjojanto menyatakan, Gus Dur harus proaktif melaporkan tuduhannya bahwa Jusuf Kalla (JK) melakukan dugaan korupsi ke polisi. Jika Gus Dur emoh, ya polisi ganti yang proaktif."Salah-salah beliau bisa dituduh masyarakat terlibat dalam kasus korupsi itu karena dianggap melindungi Kalla karena enggan melaporkan ke polisi," kata Bambang Widjojanto pada wartawan usai Rakor Panwaslu di Hotel Santika, Jl.KS Tubun, Jakbar, Selasa (29/6/2004). Gus Dur sebelumnya mengaku memiliki 350 kuitansi bukti korupsi Kalla.Nah, menurut Bambang, apabila Gus Dur memang berkeberatan menyampaikannya ke polisi, lebih baik polisi yang proaktif menelusuri kebenaran informasi tersebut kepada Gus Dur. "Sebab seharusnya polisi menindaklanjuti setiap informasi mengenai tindak pidana," kata Bambang.Tapi di satu sisi, Bambang bisa memahami apabila Gus Dur untuk saat ini tidak bersedia menyerahkan bukti-buktinya sebab memang kasus ini dengan mudah dapat diselewengkan menjadi isu politik. "Terlebih berkaitan dengan maraknya black propaganda," kata Bambang."Namun akan lebih baik apabila laporan ini segera dilaporkan ke penyidik atau penyidik proaktif ke Gus Dur sebelum 5 Juli. Sebab apabila nanti proses penyidikannya baru berlangsung setelah itu dan dari proses itu terbukti Kalla memang melakukan korupsi, maka jauh lebih sulit upaya untuk mengambil tindakan tegas," ungkapnya."Bayangkan apabila keptusan tersebut baru ada setelah beliau (Kalla) terpilih sebagai RI2. Tentu akan menjadi kasus politik yang luar baisa karena di satu sisi masyarakat menginginkan penegakan hukum tanpa pandang bulu, namun di sisi lain, tindakan tegas terhadap capres/cawapres terpilih akan menimbulkan reaksi luar baisa dari massa pendukungnya," urai Bambang."Memang pengungkapan kasus ini harus dilakukan pada momen yang tepat dan momen yang tepat adalah saat ini," demikian Bambang Widjojanto. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads