JPPR Turunkan 100 Ribu Relawan untuk Pantau Pilpres

JPPR Turunkan 100 Ribu Relawan untuk Pantau Pilpres

- detikNews
Selasa, 29 Jun 2004 15:04 WIB
Jakarta - Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) menurunkan 100 ribu orang relawan untuk memantau Pemilu Presiden (Pilpres) 5 Juli 2004 mendatang. Mereka akan tersebar di 32 provinsi, 351 kabupaten dan 2.020 kecamatan."Kehadiran relawan kami di tempat-tempat terpencil dan rawan konflik diperlukan karena Pemilu yang tidak fair sangat mungkin terjadi," kata Koordinator JPPR Gunawan Hidayat dalam jumpa pers di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (29/6/2004). JPPR telah melakukan survei untuk mendapatkan penilaian terhadap kondisi persiapan Pemilu Presiden. Survei dilakukan pertelepon, 27 Juni 2004 lalu terhadap 115 koordinator JPPR kabupaten di 24 provinsi.Hasil survei diketahui secara keseluruhan kondisi politik sebelum Pemilu Presiden relatif bebas dari masalah. Catatan terburuk terlihat di Jabar dan Riau. Selain kondisi politik, JPPR juga melakukan survei mengenai politik uang. Berdasarkan survei itu, 20 persen koordinator kabupaten melaporkan politik uang yang terjadi di wilayah mereka selama kampanye."Pendukung Wiranto paling sering disebut-sebut memberikan uang atau hadiah. Pendukung Mega di urutan kedua, dan SBY urutan ketiga. Baru kemudian Amien," kata Gunawan. Selanjutnya mengenai pendidikan pemilih, sebanyak 18 persen koordinator JPPR kabupaten tak yakin para pemilih di wilayah mereka mengetahui proses pemilihan. "Ini tetap membuahkan keprihatinan. Daerah yang tercatat tingkat kekhawatiran tertinggi adalah Papua dan Sulawesi. Sedangkan untuk masalah administratif Pemilu, berdasarkan survei JPPR, Papua dan Bali merupakan daerah yang paling tinggi mengalami keterlambatan pengiriman logistik. (iy/)


Berita Terkait