"Dari 10 nama calon pimpinan KPK, setidaknya ada dua nama yang potensial yakni Bambang Wijoyanto dan Abdullah Hehamahua. Kalau Yunus Husein saya tidak yakin dia bisa kerja independen tanpa terkooptasi kekuasaan. Sampai saat ini yang bersangkutan masih merupakan anggota Satgas PMH yang merupakan alat presiden," kritik Bambang.
Hal ini disampaikan Bambang kepada detikcom, Senin (8/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama menjadi Ketua PPATK saja ia lambat membantu KPK membongkar skandal Century yang sudah jelas-jelas. Dia tidak melaporkan secara menyeluruh aliran dana mencurigakan dalam skandal Century," terangnya.
Bambang menegaskan pernyataannya bukan berarti mengganjal calon pimpinan KPK. Ia mengaku menginginkan pimpinan KPK yang kredibel. Karena itu Bambang berharap dalam fit and proper test di Komisi III ditelusuri semua rekam jejak calon pimpinan KPK.
"Soal rekam jejak dan gaya hidup calon sangat penting ditelusuri. Agar KPK ke depan tidak tersandera dengan masa lalu pimpinanya. Namun isu adanya teror untuk menjegal calon pimpinan KPK digelontorkan pihak yang mendukung calon pimpinan KPK yang kita ragukan mampu bekerja independen," jelasnya.
Jadi apakah rekan-rekan Bambang juga menghendaki Yunus Husein tak lolos fit and proper test dan melenggang menjadi Pimpinan KPK? "Iya tentunya," tegas wakil bendahara umum Partai Golkar ini.
(van/ndr)










































