SBY: Kekuatan ASEAN Bukan dari Militer, Tapi Dialog

SBY: Kekuatan ASEAN Bukan dari Militer, Tapi Dialog

- detikNews
Senin, 08 Agu 2011 11:30 WIB
SBY: Kekuatan ASEAN Bukan dari Militer, Tapi Dialog
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua ASEAN mendorong agar negara anggota ASEAN mampu menyelesaikan persoalan-persoalan regional dan global. Untuk menyelesaikannya bukan dengan kekuatan senjata militer, melainkan dialog.

"Untuk kekuatan, kita tidak dalam bentuk militer. Kekuatan kita terletak pada kemampuan kita untuk dialog, kerjasama dan pemecahan masalah. Kapasitas kita untuk mengubah potensi konflik menjadi kerjasama," kata Presiden SBY.

Hal ini disampaikannya di hadapan peserta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 ASEAN. Acara berlangsung di Sekretariat ASEAN, Jl Sisingamangaraja, Jakarta, Senin (8/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itulah sebabnya, ASEAN memiliki tanggung jawab untuk menjadi komunitas ASEAN dalam komunitas global," imbuh SBY.

Ditegaskannya ASEAN merupakan komunitas yang memberikan kontribusi menciptakan perdamaian dunia, dan mengupayakan pelucutan senjata dalam menyelesaikan masalah. ASEAN harus terus menciptakan iklim politik-keamanan yang lebih kondusif di kawasan, termasuk Asia Timur.

"Kita harus menyetujui kode etik yang mengikat secara hukum di Laut Cina Selatan," SBY mencontohkan.

"Kita juga harus melanjutkan dialog dengan negara-negara penghasil senjata nuklir, sehingga akhirnya mereka akan menyetujui kasawan Asia Tenggara bebas senjata nuklir," sambungnya.

"Dan kita harus terus mendorong dialog dalam rangka menciptakan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," ujarnya dalam bahasa Inggris dengan bantuan teleprompter.

Menurutnya, ASEAN juga memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengatasi masalah dunia, terutama perubahan iklim, serta tantangan pangan dan keamanan energi.

"Jadi, saya yakin bahwa kita tidak harus berhenti dengan pembentukan Komunitas ASEAN. Sesungguhnya, itu bukan akhir dari perjalanan kita," ucap SBY.



(anw/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads