"Operasi sampai jam sembilan malam, kalau ongkosnya masih Rp 2000," ujar Alif, salah seorang kondektur Bus Kopaja S-13, kepada detikcom, Senin (8/8/2011).
Untuk naik kopaja AC ini, calon penumpang harus menunggu di halte bus. Jangan berharap bisa naik bus anyar ini di sembarang tempat.
"Turunnya juga di tiap halte biar teratur," ujar Alif yang mengenakan seragam dengan tulisan 'Comfort Safety Satisfaction' di dada kirinya ini.
Tiap penumpang yang naik dan turun bus ini, akan melewati sebuah rolling door. Rolling door ini berfungsi menghitung jumlah penumpang yang terangkut bus tersebut.
Bus ini hanya memiliki kapasitas tempat duduk 25 orang. Penumpang yang berdiri juga dibatasi, hanya sekitar sepuluh penumpang.
"Bayarnya biasa aja langsung ke kondektur. Seperti naik kopaja," tandasnya.
Dua buah stiker peringatan dilarang merokok terpampang di kiri dan kanan jendela bus ini. Musisi jalanan pun dilarang beroperasi dalam bus. Ditambah dengan pendingin udara yang sejuk, kopaja ini memanjakan penumpang.
"Kalau begini kan enak, cakep dah," kata seorang penumpang, Sarjiman, dengan logat betawi yang kental.
(adi/rdf)











































