"Bahwa dalam kekuasaan ada orkestra politik mungkin saja orang-orang seperti ini menjadi pemain alat khusus. Tapi apakah ini bagian dari skenario? itu sulit dibuktikan. Justru kan hasilnya malah berbanding terbalik, memunculkan reaksi dari masyarakat," ujar pengamat politik, Yunarto Wijaja saat berbincang dengan detikcom, Minggu (7/8/2011) malam.
Pria yang akrab disapa mas Toto ini mengatakan munculnya penabuh gendang di lingkaran SBY dikarenakan SBY tak pernah mau membenahi sistem manajemen pemerintahannya. Sehingga suara-suara sumbang terus mengalunkan nada dan berakhir kontraproduktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toto juga menambahkan alasan demokrasi dalam mengelola manajemen berkomunikasi tidak bisa dibenarkan. Sebab dalam demokrasi Amerika pun ada etika komunikasi.
"Kan di negara liberal sekalipun ada etika politik yang berjalan dalam sistem. Tapi ini yang akhirnya tidak secara cerdas berhak menempatkan diri lalu semuanya berebut berbicara. Padahal banyak sekali perbedaan pendapat di dalam. Ini yang harus dibenahi. Terlalu umum jika alasannya demokratisasi atau regenerasi," tandasnya.
Sebelumnya dalam sebuah diskusi, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers Agus Sudibyo menyebutkan Marzuki, Dipo dan Ruhut adalah 'Penabuh Gendang'. Mereka membuat pernyataan kontroversial untuk mengalihkan isu.
(ape/fiq)










































