Rp 83 Miliar per Hari Raib Akibat Illegal Logging

Rp 83 Miliar per Hari Raib Akibat Illegal Logging

- detikNews
Selasa, 29 Jun 2004 14:02 WIB
Jakarta - Indonesia menderita kerugian Rp 83 miliar per hari atau senilai Rp 30,42 triliun per tahun akibat perampokan hutan.Departemen Kehutanan menghitung besaran tersebut bertolak dari penebangan kayu liar dan peredaran kayu ilegal yang mencapai 50,7 juta meter kubik pertahun. Selain kerugian finansial, juga terdapat kerugian ekologi berupa hilangnya sejumlah spesies keanekaragaman hayati. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Inform (Indonesia Forest and Media Campaign) Jatna Supriatna dalam seminar pengelolaan hutan dan penanggulangan penebangan liar di CSIS, Jl. Tanah Abang II Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2004). "Hutan yang rusak atau tidak berfungsi optimal mencapai 43 juta hektar atau lebih dari sepertiga luas total hutan Indonesia yang mencapai 120,35 juta hektar. Bahkan laju degradasi dalam 4 tahun terakhir ini mencapai 2,1 hektar per tahun," katanya. Jatna mengungkapkan beberapa data penyelundupan kayu dari Papua, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Sulteng, Riau, NAD, Sumut, Jambi dengan tujuan Malaysia, Cina, India, mencapai 10 juta meter kubik per tahun. Khusus dari Papua mencapai 600 ribu meter kubik per bulan dengan kerugian sebesar Rp 600 miliar per bulan atau Rp 7,2 triliun per tahun. Sementara itu peredaran kayu ilegal di pantai utara jawa telah mencapai 500 ribu per meter kubik per bulan. Jika dihitung maka kerugiannya mencapai Rp 5,4 triliun per tahun. Namun, lanjutnya, kerusakan terparah terjadi di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Di perbatasan Malaysia dan Kaltim, laju kerusakan seluas 150 ribu hektar per tahun. Sedangkan di perbatasan Kalbar mencapai 250 ribu hektar per tahun. Dijelaskan, dengan kerugian Rp 83 miliar per hari itu, dapat memberikan pendidikan gratis pada seluruh anak-anak usia SD, beasiswa sedikitnya 1,6 juta anak putus sekolah setiap hari, membangun atau memperbaiki sedikitnya 300 gedung SD per hari atau 109.500 dalam setahun. Serta dapat membangun sedikitnya 2000 unit Rumah Sangat Sederhana setiap hari, atau 730 ribu dalam setahun. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads