Menurut Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar dialog tersebut untuk menekan kasus kekerasan.
โDialog kelompok-kelompok di Papua harus dilakukan. Kalau memang bias, dialog dengan kelompok separatis, tidak hanya dengan satu kelompok. Unsur di masyarakat Papua, dewan adat Papua, itu harusnya diajak dialog,โ kata Haris kepada wartawan di kantornya, Jl Prambanan, Jakarta, Minggu (7/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap Presiden RI dapat segera mengambil langkah strategis dan mengambil kebijakan untuk Papua yang berorientasi pada pendekatan persuasif, penurunan angka kekerasan dan mulai memperkokoh komitmen untuk pelaksanaan dialog antara Papua dan Jakarta," papar Haris.
Sementara itu, Staff Advokasi KontraS untuk Papua, Krisbiantoro menilai konflik berkepanjangan yang terjadi di Papua kebanyakan terjadi akibat dari kebijakan pemerintah Jakarta yang tidak memperhatikan keinginan masyarakat Papua.
"Beberapa konflik dilatar belakangi oleh kebijakan pemerintah yang lebih mengedepankan ekonomi dan tidak melihat permasalah di Papua secara komprehensif," ucap Krisbiantoro dalam kesempatan serupa.
(Ari/fiq)











































