"Saya biarin sajalah tiap orang mau berpendapat. Itu kan hak demokrasi tiap orang. Jadi saya tidak mengomentari lebih jauh, apalagi ini kan bulan puasa," terang Marzuki Alie ketika dihubungi detikcom, Minggu (7/8/2011).
Dirinya juga menolak berkomentar, terhadap dua orang lain yaitu Ruhut Sitompul dan Dipo Alam yang juga dianggap sebagai penabuh gendang di sekitar Presiden SBY. Ia menganggap tiap orang mempunyai kapasitas masing-masing dalam berkomentar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki mempersilakan tiap orang untuk menilai dirinya. Apakah penilaian itu buruk atau baik, itu terserah masing-masing orang.
"Kalo menilai saya baik alhamdulillah, kalo misalnya mereka bilang itu untuk yang tidak baik saya cuma bisa bilang naudzubillah," tutupnya.
Istilah penabuh gendang ini disampaikan anggota Dewan Pers Agus Sudibyo seusai menjadi pembicara dalam diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (6/8/2011). "Presiden juga dikelilingi orang-orang yang suka memicu kontroversi, istilahnya para penabuh gendang," kata Agus kemarin.
Agus Sudibyo menyebut beberapa nama yang menjadi penabuh gendang itu. Antara lain, Marzuki Alie, Dipo Alam, dan Ruhut Sitompul. Dalam catatan wartawan, tiga nama ini memang pernah atau sering berkomentar yang akhirnya mengundang kontroversi. "Dalam komunikasi politik, kontroversi-kontroversi yang dimunculkan para penabuh gendang itu sedikit banyak merugikan citra presiden," kata dia.
(fay/fay)











































