Malaria Makan Korban, LBHK Minta Tanggung Jawab Menkes
Selasa, 29 Jun 2004 12:03 WIB
Jakarta -
Endemi malaria yang makan korban jiwa di Sukabumi tenggelam di tengah hiruk pikuk pilpres. LBH Kesehatan (LBHK) pun meminta pertanggungjawaban Menkes Sujudi yang dianggap tak mampu mengantisipasinya.Permintaan tanggung jawab itu dilayangkan LBHK dalam sepucuk surat yang ditujukan pada Menkes. Malaria muncul di Dusun Sanggra Wayangdesa, Kertajaya, Kec.Sinempenan, Kab.Sukabumi.Surat itu oleh Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Prof.Dr.Umar Fahmi Ahmadi, Mph dan Kepala Sub Direktorat Malaria dr Ferdinand G.Laihad di Depkes RI, Jl.HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (29/6/2004).Menurut Koordinator LBHK Iskandar Sitorus, Depkes dianggap lalai dan gagal dalam menangani endemi malaria. "Kasus ini sudah sejak tahun 2001 dan sudah lebih 50 orang yang meninggal. Kami tidak melihat Depkes proaktif dalam menangani masalah ini. Kami mengharapkan pertanggungjawaban hukum dan moral dari Menkes terhadap kasus ini, khususnya terhadap para korban," ungkapnya. Tanggung jawab itu minimal adalah ungkapan turut dukacita kepada para korban.Sementara, dr.Ferdinand menyatakan, kasus tahun ini lebih baik penanganannya dibanding tahun lalu. "Kami sudah lebih proaktif. Upaya pencegahan sudah dicoba dilakukan dengan pembuatan posko-posko dsekitar wilayah Cisantri. Hasilnya cukup signifikan terlihat dari penurunan angka kematian," tuturnya.Dalam kesempatan itu, Iskandar Sitorus juga membawa serta Mamat bin Engkos, bapak dari Jajang (12), siswa kelas 2 SD yang meninggal 1 Mei 2004 karena malaria. Kematian Jajang dilaporkan juga ke Polda Jabar pada Jumat (25/6/2004) lalu. "Seharusnya ada penanganan yang serius dan proaktif dari Dinkes Kabupaten Sukabumi sesusai pengumuman Menkes," kata Iskandar menyebutkan alasan pengaduan ke polisi itu.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
