Setelah 24 Tahun, AS & Libya Jalin Hubungan Diplomatik
Selasa, 29 Jun 2004 11:33 WIB
Jakarta - Amerika Serikat dan Libya kini menjalin kembali hubungan diplomatik langsung. Ini ditandai dengan kunjungan utusan AS untuk Timur Tengah, William Burns ke Tripoli untuk membuka kantor penghubung AS di ibukota Libya tersebut.Demikian statemen resmi dari Kantor Penghubung AS di Tripoli, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (29/6/2004). Disebutkan bahwa Burns "secara resmi membuka Kantor Penghubung AS di Tripoli dan melanjutkan hubungan diplomatik langsung." "Ini terjadi 24 tahun setelah penarikan personel Amerika dan penutupan kedutaan AS," demikian statemen tersebut.Sebelumnya, Burns telah mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Libya Moamer Kadhafi. Utusan AS itu menyampaikan pesan dari Presiden AS George W Bush. Demikian dilaporkan kantor berita resmi Libay, JANA.Dalam pesan Bush ditekankan soal kebijakan pemerintah AS yang "mengupayakan proses normalisasi hubungan politik, ekonomi, bisnis dan kebudayaan dengan Libya".Burns merupakan pejabat level tertinggi AS yang berkunjung ke Tripoli sejak munculnya dugaan belum lama ini, bahwa Presiden Kadhafi berencana membunuh Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz. Tuduhan yang telah dibantah pemerintah Libya.Pada Desember 2003 lalu, Tripoli menyatakan persetujuan untuk menghentikan program senjata nuklir, biologi dan kimianya. Sejak pengumuman penting itu, hubungan AS-Libya mulai membaik.
(ita/)











































