"Tentang Pak Ical, kami mempelajari beberapa survei, Pak Ical memang tingkat pengenalannya tinggi hingga rakyat sudah jenuh. Yang tahu Pak Ical sudah banyak tapi tidak diimbangi dengan rasa ingin memilih dia," ujar Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto, kepada detikcom, Sabtu (6/8/2011).
Sementara itu peluang Sri Mulyani melangkah ke pilpres 2014 dinilai belum jelas. Apalagi kalau Partai SRI yang mengusungnya tak lolos verifikasi parpol yang syaratnya lumayan berat.
"Pada intinya semua tokoh harus disokong oleh jaringan dan mesin partai. Kalau PAN solid, kalau Bu Sri kita belum tahu apa Partai SRI lolos, ini tantangan beliau," jelasnya.
Ia pun menyimpulkan peluang Hatta Rajasa menjadi capres kian lebar. Apalagi Hatta belum terlalu dikenal masyarakat luas.
"Kalau Pak Hatta belum terlalu tinggi tingkat pengenalannya karena beliau juga belum mau banyak tampil. Sekalipun dikenal masyarakat dalam jumlah cukup banyak namun belum jenuh. Kita sih inginnya Pak Hatta nomor satu," terang Bima.
Apalagi ditambah kemungkinan absennya Ani Yudhoyono dalam kancah pilpres 2014. "Kalau Bu Ani rasanya tidak akan maju. Kalau saya kira pernyataan Pak SBY tak mungkin dilanggar," tandasnya.
(van/ndr)











































